Tulisan Terbaru

.
Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan
  • REFLEKSI MAULID NABI : MEMBANGUN DAN MEMBINA HUBUNGAN BAIK*


    Khartoum, 9 Februari 2012. Pembaca, seminggu yang lalu sisi kemanusiaan kita dikagetkan dengan kerusuhan yang terjadi di “Khausyul Kholifah” atau yang kita kenal akrab dengan Lapangan Perayaan Maulid di Umdurman, bentrokan terjadi antara Jama’ah Anshor Sunnah dengan Sufi hingga menyebabkan korban luka dan tempat itu ditutup sementara oleh pihak yang berwajib. Ini adalah sikap terorisme. Kemarin pagi kita baca juga di Surat Kabar bahwa Gubernur Khartoum sudah memberikan instruksi untuk investigasi kasus dan mencari pihak-pihak yang diduga kuat menyulut kerusuhan, fitnah serta adu domba.

    Pasca berpisahnya Selatan, tanah ratauan kita ini dihantam dari segi Perekonomiannya, Barang-barang kebutuhan menjadi mahal, Demonstrasi dimana-mana, Perang Sahabat, Baku Tembak dan gesekan-gesekan lainnya masih sering terjadi. Itupun kita belum lagi berbicara tentang kerusuhan di Timur tengah; Tunisia, Mesir, Yaman, Libya serta Suriah yang telah menelan korban ratusan atau bahkan ribuan orang.

    Fenomena-fenomena ini disadari atau tidak, telah terjadi di tengah-tengah kaum Muslimin dan di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim. Yang mengejar ucapannya “Allohu Akbar!” lalu yang dikejar membalas “Laa ilaha illAllah”.

    Ini semua tentu saja, apalagi Sikap Terorisme dan Perang Sahabat, sangat mencorat-coreti nama baik Islam. Mengapa? Diduga kuat karena belum adanya kesadaran penuh akan ajaran-ajaran luhur yang diperintahkan Islam, kurangnya memaknai, menghayati serta merefleksikannya di dalam kehidupan sehari hari, atau mungkin karena minimnya pengetahuan, gelapnya tujuan-tujuan mulia Islam atau melintirnya pemahaman akan ajaran-ajarannya. Hal-hal semacam inilah yang membuat Umat lemah dan bercerai-berai sehingga mudah dipatahkan dan diadu domba.

    Untuk itu pembaca yang budiman, dengan momentum Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan Peringatan Harlah NU ke-86 ini, marilah kita hayati kembali nilai-nilai agama, ajaran-ajaran, serta keteladanan yang dibawa Rosululloh SAW, tentang perintah kejujuran, amanah, kasih sayang, saling menghormati, giat belajar, bekerja, ikhlas beramal dll. Agar kita menjadi sebuah Umat yang bersatu, bermutu, kuat dan kreatif, kompak bersapu-lidi, sehingga terciptalah sebuah persatuan kesatuan.

    Bukankah Rosululloh SAW berhasil menyatukan pandangan Muhajirin dengan Anshar? Beliau juga berhasil membangun dan membina hubungan internal di Kota Madinah, hubungan antara kaum muslimin dengan tetangganya yang beragama Yahudi dan Nasrani atau sebaliknya, semuanya diatur dengan baik dan adil. Inilah yang harus kita teladani.

    Jika kita baca Sejarah Nabi semenjak beliau diutus menjadi Rasul hingga wafatnya, terkesanlah pelajaran-pelajaran darinya, tentang sebab-sebab kesuksesan beliau dalam membangun dan membina Umat, baik antara kaum muslimin dengan muslimin, ataupun dengan non muslim. Keberhasilan itu dapatlah kita tekankan dengan pembangunan dan pembinaan tiga macam Ukhuwwah sebagai berikut :

    1.    Ukhuwwah Imaniyah (Hubungan Seiman).

    Ini adalah hubungan yang paling mendasar, seorang mukmin dilarang untuk melukai mukmin lain karena “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah diantara kedua Saudara kalian dan bertakwalah kepada Alloh agar kalian menjadi orang-orang yang mendapatkan rahmat” (QS 49:10).

    Perbedaan pendapat dan pandangan adalah hal yang lazim terjadi, namun hal itu jangan sampai menyulut api permusuhan sesama Umat Islam yang hanya akan membuang waktu percuma serta menguras energi untuk sesuatu yang tidak penting, seharusnya dimanfaatkan untuk berfikir, berkreatifitas dan bekerja demi kemajuan dan kemaslahatan.

    Periksalah surat al hujuroh ayat 11 dalam membangun persaudaraan seiman : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelar yang mengandung ejekan. seburuk-buruknya gelar adalah kefasikan sesudah keimanan dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.”

    2.    Ukhuwwah Insaniyah  (Hubungan Sesama Manusia).

    Saat Haji Wada’ Rasulolloh SAW berkhotbah di depan jutaan manusia ketika hari Wuquf di Padang Arafah : “Wahai manusia! sesungguhnya nyawa, harta dan kehormatan kalian adalah Suci terpelihara, seperti sucinya hari wukuf ini, di bulan haji dan negeri  ini.”

    Inilah deklarasi Hak Asasi Manusia; tiga serangkai yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Selama makhluk itu benama manusia, maka nyawa, harta, dan kehormatannya terlindungi. Islam tidak mengenal bahkan melarang terorisme, pembunuhan,  ekstremisme, sikap berlebihan, berpaham sempit, kaku, dan keras apalagi sampai menyebabkan tercorengnya hak asasi manusia sebagaimana telah terjadi. Islam sangat menghormati nyawa, harta, kehormatan dan martabat manusia.

    Sikap ekstrim dan berfaham sempit sudah ada sejak zaman Rosululloh SAW. Suatu ketika disaat beliau membagi-bagikan harta perang Hunain, Sahabat yang senior tidak dikasih, hanya mualaf saja yang mendapatkan jatah, walaupun mualaf tersebut sudah kaya seperti Sahabat Abu Sufyan yang pada waktu itu baru masuk Islam dan mendapatkan seratus ekor onta. Sekonyong-koyong datanglah seseorang yang bernama Dzul Khuaisirah ke hadapan Rasulullah SAW dan berkata “Berbuatlah adillah wahai Muhammad!”.Mendengar perkataan ini Sayyidina Umar RA naik pitam “Bagaimana kalau saya bunuh?”. Nabi diam.

    Setelah orang itu pergi beliau menjawab “Nauzubillah! Apa jadinya jika orang-orang nanti mengatakan bahwa Aku membunuh sahabat-sahabatku sendiri? Akan muncul dari keturunan orang ini kaum yang membaca Quran hanya sebatas tenggorokan mereka saja, mereka meleset dari agama sebagaimana anak panah yang meleset dari binantang buruannya”. Padahal maksud Nabi adalah agar orang-orang yang baru masuk islam itu menjadi kuat islamnya, dan kaumnya ikut masuk islam. Hal itupun terbukti.

    3.    Ukhuwwah Wathoniyah  (Hubungan Sebangsa-Setanah Air).

    Adalah kesadaran persaudaraan satu nusa satu bangsa dan satu bahasa. Baik muslim ataupun tidak, selama masih berada dalam negara yang sama dan selama tidak mengusik Akidah, haruslah kita menghormati hak-hak mereka dalam menjalankan ibadahnya masing masing.

    Periksalah sejarah bagaimana Rasulullah sukses membangun masyarakat di Kota Madinah, beliau berhasil menyatukan pandangan penduduk Yatsrib yang terdiri dari banyak etnis dan suku, yaitu Pendatang, Pribumi; suku Aus dan Khazraj, dan Yahudi; Bani Qainuqa’, Bani Nadzir, Bani Quraidzah.

    lihatlah Piagam Madinah yang mengatakan “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Piagam ini dari Nabi Muhammad saw, yang berlaku bagi Kaum Mukminin dan Muslimin dari Bangsa Quraisy dan Yatsrib serta kelompok-kelompok yang turut berkerja sama dan berjuang bersama-sama mereka, bahwa mereka adalah bangsa yang satu...”

    Semua golongan mendapatkan haknya, terlindungi harta jiwanya, keamanan, keadilan dari pemerintahan yang dijalankan Rosululloh SAW. Bagi yang berkhianat beliau sangat tegas dan tidak lalai. Keseriusan Nabi dalam menjalankan isi Piagam Madinah terbukti dengan beberapa hal :

    1.    Suatu ketika ada seorang muslim membunuh Yahudi, Nabi pun marah besar. Beliau mengumpulkan dana untuk Ahli Waris Yahudi tersebut, dan Nabi bersebda “Barang siapa membunuh non muslim maka dia akan berhadapan denganku!”
    2.    Suatu ketika ada jenazah lewat, Rasululloh pun berdiri. Sahabat berkata, “Itu tadi yang lewat jenazah orang Yahudi!”. Rosul menjawab, “Bukankah dia nyawa manusia juga?
    3.  Suatu ketika Usamah bin Zaid bin Harisah menangkap maling perempuan yang berasal dari keluarga terhormat Bani Makhzum (red.). Karena melihat latar belakang wanita tersebut, Sahabat Usamah bermaksud membebaskannya. Mengetahuai keinginan Usamah itu Rasulullah marah dan memperingatkan “Demi Allah wahai Usamah! andaikan Fatimah anakku sendiri mencuri, niscaya aku akan potong tangannya!”.

    Pembaca, untuk itu dengan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan Peringatan Harlah NU ke-86 ini, marilah kita hayati kembali nilai nilai agama, ajaran-ajaran, serta keteladanan yang dibawa Rosululloh SAW dengan membina tiga macam hubungan ini.




    ___________________________________________


    * Buletin al-Hijrah Edisi Maulid Nabi dan Harlah NU ke 86, di KBRI Khartoum, Sudan.

    more
  • "RAJAB” ASAL USUL DAN HIKMAHNYA BAGI KITA

    Secara etimologi Rajab adalah sebuah kata dari bahasa arab yang mempunyai arti agung atau terhormat, Bulan Rajab berarti bulan yang diagungkan lagi dihormati. Mengapa terhormat? karena saat itu Orang-orang  Arab di zaman Rosululloh SAW sepakat untuk tidak menodai bulan ini dengan pertumpahan darah, sengketa dan kekerasan, sebagai gantinya mereka mengkhususkan kurban yaitu berupa seekor kambing yang disembelih atas nama berhala yang kemudian dikenal dengan istilah ‘Athiroh.

    Saat itu Athiroh berawal dari kebiasaan orang arab memilah milih batu,  jika ditemukan batu yang bagus maka mereka jadikan berhala, namun apabila mereka menemukan batu lain yang lebih bagus maka batu yang lama dibuang dan diganti dengan yang lebih bagus itu dan begitu seterusnya, lalu  jika tidak ada batu, mereka mengumpulkan tanah hingga bertumpuk dan diletakkan diatasnya seekor kambing lalu dikelilingi ramai-ramai. Pada bulan Rajab kambing ini dihujami dengan tombak dan panah sebagai kurban. Kurban inilah yang kita katakan dengan ‘Athiroh diatas, yaitu kurban khusus hanya ada di bulan rajab.

    Rasululloh SAW jelas melarang kebiasaan ini. Dalam Sebuah Hadist Riwayat Abu Hurairoh beliau bersabda : “Tidak ada dalam Ajaran islam kurban ‘Athiroh dan Fara’ (kurban ternak pertama melahirkan)”. Dalam kesempatan lain pernah seseorang mendatangi beliau seraya berkata : “Wahai Rosululloh, dahulu kami berkurban ‘Atiroh pada bulan rajab, sekarang apa yang diperintahkan?” Rosululloh menjawab : “Berkurbanlah pada bulan apa saja, dan berbaktilah kepada Alloh serta berikanlah orang makanan!”

    Pembaca, sampai disini kiranya kita dapat mengambil paling tidak dua pelajaran di bulan ini yaitu pertama, marilah kita menghormati bulan ini, dengan membuang jauh jauh  segala bentuk kekerasan, kezaliman, perkelahian, bahkan peperangan baik perang mulut ataupun perang jasad, begitupula penyakit-penyakit hati lain. Orang arab di zaman jahiliyah saja dahulu yang notabene komunikasi dan ilmu pengetahuan belum pesat telah mampu untuk menghindari segala bentuk kekerasan di bulan Rajab, lalu mengapa di zaman modern ini kita tidak?

    Pelajaran yang kedua adalah apabila Rosululloh SAW menghapus kebiasaan Kurban ‘Athiroh, maka kita menghapus kebiasaan-kebiasaan jelek dan dilarang agama. Seperti kebiasaan malas, Hasad, Dengki, Sombong, KKN dll mari kita hapus dengan momentum bulan Rajab ini. Wa Allohu A’lam.

    more
  • PANGLIMA ISLAM IMADUDDIN AZ-ZANKI

    Inilah kata-kata Panglima Islam Imaduddin az-Zanki saat berunding dengan Pimpinan Pasukan Salib yang membuatnya menggigil ketakutan hingga Syam dapat dibebaskan dari Pasukan Salib.

    1. "Dengarkan, aku tidak akan pernah minum darah dan najis sebagaimana kalian, kecuali di medan perang!".

    2. “Saat kulihat soerang ksatria mengenakan jubah besi, maka saat itu juga kutahu bahwa dihatinya masih ada rasa takut”.

    3. “Wahai tuan raja, ini hadiah emas untukmu, aku tidak akan memintamu membalas hadiah ini, karena nanti akan kuambil sendiri darimu sebagai rampasan perang.

    4. " Wahai tuan raja, jangan kau jaga anak-anak dan istri-istrimu, biarkanlah mereka, aku pastikan semuanya akan aman,namun jagalah nyawa dan hartamu, karena keduanya itu yang aku jamin tidak akan aman”

      more
    • REFERENDUM DI SUDAN SELATAN DAN SEPAK BOLA

      25 Ramadhan 1430 H. Tiba-tiba kita dikagetkan dengan pernyataan Bagan Amoun Pimpinan Gerakan Rakyat Pembebasan Sudan atau yang kita istilahkan selanjutnya dengan GRAPS di surat kabar yang mengatakan "Komisi Referendum sekarang mengalami kelumpuhan total karena gagal menentukan Pimpinannya. Begitu pula Partai Kongres Nasional yang sejak penandatanganan Kesepakatan Damai tahun 2005 tidak berhasil untuk membuktikan Pemerataan bagi Rakyat Sudan khususnya Penduduk Selatan, -masih menurutnya- Sehingga saya yakin apabila dalam kurun waktu dua minggu komisi tidak dapat menyelasaikan permasalahan, maka Referendum akan gagal".

      Referendum bagi Penduduk Selatan tahun 2011 itu ditetapkan pada Kesepakatan Damai Nifasha antara GRAPS dengan Partai Kongres Nasional pimpinan Basyir sebagai partai pemenang pemilu. Ya, sesungguhnya Partai Kongres Nssional tidak lain adalah pemerintah Sudan sendiri yang berusaha untuk mencari jalan menuju perdamaian dari perang saudara yang pecah selama puluhan tahun di Sudan.

      Pembaca, Kesepakatan Nifasha pada intinya menetapkan tiga hal pokok menyangkut nasib Sudan yaitu Referendum bagi Sudan Selatan tahun 2011, Praktek Demokrasi dalam keberagaman dan mencari solusi bersama dalam permasalahan keamanan dan ekonomi. Ketiga pokok inilah yang berhasil melahirkan perdamaian setelah puluhan tahun pecah perang.

      Mengenai Referendum, Pemerintah Sudan pada masa tenggang menuju jadwal Referendum (2005-2011) dibebankan untuk membentuk Komisi sebagai Pelaksana Referendum tersebut, yaitu komisi yang terdiri dari Sembilan orang Pimpinan, lima dari selatan dan sisanya dari utara.

      Meskipun tugasnya hanya terbatas dalam membentuk komisi saja, adalah menjadi tanggung jawab Pemerintah agar Referendum berjalanan sukses. Hal lain komitmen dan keseriusan Pemerintah. Sehingga apabila pelaksanaan Referendum bagi rakyat selatan itu berjalan baik dan tepat pada waktunya, maka pemerintah telah berhasil, dan sebaliknya.

      Sehingga kita tidak heran apabila sering menyimak Presiden Basyir baik pada Situs Resmi Pemerintah maupun di berbagai kesempatan menekankan bahwa Referendum akan terlaksana tepat pada waktunya. Dan agar komitmen Nifasha tetap terjaga baik.

      Nah, dalam keadaan genting inilah kita dikagetkan. Mengapa GRAPS yang sejak dulu berusaha memperjuangkan Referendum bagi Rakyat Selatan, kini pada masa-masa menuju kesana justru berbalik sikap? Mengapa mereka berusaha untuk menghalangi kinerja Komisi Referendum dengan membuat skenario agar Komisi kehilangan power? Waktu-waktu dekat Referendum semestinya digunakan untuk men-support Komisi, mengapa malah balik menyerang? Apakah tidak membahayakan reputasi Pemerintah di mata Asing jika Referendum gagal atau tertunda?

      Nampaknya ada skenario panjang dan seru yang ingin menggoyah kepeimpinan Sudan dan persatuannya. Khususnya setelah "lengsernya" John Garank Pimpinan Gerakan Pemberontak Bersenjata dari selatan. Betapa tidak, setelah penandatanganan Nifasha -yang berarti jawaban dari tuntutan GRAPS selama bertahun-tahun- mereka begitu bersemangat untuk mengangkat berbagai permasalahan Selatan baik seperti keamanan, kemiskinan sampai masalah keadilan. Memang ini cukup baik untuk mengoreksi kinerja pemerintah yang sedang berjalan. Namun disisi lain? Sudan dipandang oleh badan-badan internasional sebagai Negara yang bermasalah.

      Sehingga dengan Kesepakatan Nifasha seolah-olah ada yang berkata " Hei, lihat saja pemerintah yang telah gagal menepati kesepakatan, belum lagi permasalahan di Selatan yang membuktikan kebobrokan mereka, jadi keamanan dan hak-hak Penduduk Sudan tidak terjamin lagi".

      Betapapun Kesepakatan Damai itu memberikan angin segar bagi mereka yang berusaha agar Selatan terpisah, kesepakatan telah berhasil meredam Perang Saudara yang pecah sejak tahun 1955. Dengan ditetapkannya Referendum tahun 2011 bagi penduduk Selatan, sekurang-kurangnya Pemerintahan Basyir telah mampu mewujudkan beberapa hal penting :

      1. Meredam Perang Saudara. Sudan Negara yang kita cintai ini sejak kemerdekaannya mengalami bermacam perang saudara dimana menyebabkan kerugian luar biasa baik nyawa ataupun kekayaan Negara. Berbagai usaha diplomasi dilakukan untuk menyetop perang tersebut. Diantaranya kesepakatan di Addis Ababa tahun 1972 yang diklaim dapat mendinginkan suasana. Namun pada tahun 1983 cerita perang kembali memuncak setelah GRAPS dengan menolak undang-undang yang berasaskan Syariah dan mengumumkan pemberontakan kepada Pemerintah.
      2. Memberlakukan Undang-undang Sudan kepada seluruh komponen dan golongan.
      3. Menyelesaikan permasalahan selatan yang tidak pernah kelar selama puluhan tahun.
      4. Dengan menjawab tuntutan Selatan, Pemerintah Sudan telah menjamin keamanan dan hak-hak Rakyat Sudan.
      5. Praktek Demokrasi bagi Penduduk Selatan. Memilih bersatu atau berpisah adalah hak mereka.

      Penulis teringat akan sepakbola, namun Kita tidak berbicara tentang pertandingan antara Spanyol dan Belanda. Sudah bukan rahasia lagi bahwa satu dari taktik dalam Sepakbola adalah dengan melakukan berbagai macam "aksi kosong" pada setiap kesempatan. Biasanya dilakukan oleh Pemain Tim yang mempunyai Gol lebih banyak dari lawanya. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan dan membuang waktu yang tersisa hingga pertandingan berakhir. Trik semacam ini akrabnya dikenal penonton dengan istilah "ngulur-ngulur waktu". Keseblasan "Marikh" dan "Hilal" di Sudan pernah menggunakan trik semacam ini kabarnya.

      Trik ini mengingatkan kita akan Bagan Amon Pimpinan GRAPS pada pernyataannya tadi dan begutu pula orang-orang yang senada dengannya. Betapa tidak? Waktu sempit menuju Referendum mengapa digunakan untuk mengkritik Komisi? Waktu sempit menuju Referendum mengapa digunakan untuk menjegal langkah Komisi? Mengapa pula membuang "bola" buka pada tempatnya?

      Akhirnya kita berharap semoga saja semuanya berjalan dengan baik, karena segala kemungkinan untuk menuju kebaikan masih sangat terbuka lebar. Apalagi Basyir telah mengumpulkan semua kekuatan politik di Sudan untuk diajak bermusyawarah.

      (Pernah dimuat pada TAF Edisi Lebaran 1431 H)

      more
    • NASIB MUJUR
      ABU LAHAB

      Abdul Uzza nama aslinya, akrabnya dikenal dengan Abu Lahab. Salah satu dari gembong Quraisy. Paman Nabi Juga. Tsuwaibah tergesa-gesa mencari Tuannya Abu Lahab, karena ada sebuah berita yang ingin disampaikannya kepada tuannya itu bahwa anak saudaranya (Abdullah) telah lahir. Mendengar kabar itu dia gembira bukan main, karena gembiranya Tsuaibah sang budak yang mengabarkannya dimerdekakan.

      Karenanya, Abbas ibn Abdul Muthallib bermimpi sepeninggalan Abu Lahab, bahwa ia melihat Abu Lahab dalam mimpi diberi keringanan siksa pada setiap hari senin karena ia telah memerdekakan Tsuaibah*.

      Mujur buat Abu Lahab yang telah bergembira lantaran kelahiran Nabi. :-D

      HALIMAH AS SA'DIYAH

      Keledai kurus itu masih berusaha, ia berada di barisan terbelakang dari Kafilah Susuan yang datang dari kampung Bani Sa'ad (beberapa KM setelah Thaif) menuju kota Mekah untuk mencari anak susuan. Halimah dan suaminya tak mau ketinggalan, keluarga miskin itu sangat bersemangat. Ketika itu, sudah menjadi kebiasaan masyarakat untuk menitipkan bayi-bayi mereka kepada orang-orang kampung untuk disusui dan agar sang bayi dapat belajar bahasa arab fasih di perkampungan.

      Sampai di mekkah, kafilah segera berputar memburu bayi-bayi bangsawan dan jutawan, tak lama semua bayi sudah mendapatkan ibu susuannya, kecuali Bayi Agung itu, lantaran ia piatu dan bukan anak jutawan, tak ada seorangpun yg mau menyusuinya. Halimah dan suaminya yang terlambat sampai telah kehabisan bayi untuk disusui, kecuali satu bayai yang bernama Muhammad. Setelah berunding dengan suaminya dan agar tidak pulang dengan tangan kosong, bayi agung itu diambilnya.

      Baru saja digendong, Halimah mulai merasakan keanehan, badanya yg tadinya letih menjadi segar, keledainya yg tadinya kurus lesu menjadi kuat dan tegap, ia menyadari bahwa bayi yang ada dipelukannya itu bukanlah sembarang bayi. Kalau perginya ia berada dibarisan paling belakang, pulangnya ia berada di barisan terdepan, bahkan melampaui. Di Bani sa'ad, keluarga Halimah yang miskin berubah total pasca kedatangan bayi agung, kambing-kambingnya yang kurus dan kering, kini gemuk dan susunya penuh. Orang sekampung mengira Halimah mendapat bintang jatuh.

      Selamat buat Halimah binti Dzuaib as Sa'diyah dan keluarganya, anda telah memilih bayi yg tepat. :-D

      ___________________
      *lihat : Shahih Bukhari, kitab nikah, bab ayat "..dan perempuan-perempuan yang menyusui kalian.." dari hadis 'Urwah bin Zubair. lihat juga al-Mushannaf, Imam Shan'ani (7:478)

      more
    • DOWNLOAD MAKTABAH SYAMILAH SYIAH.
      10 Februari 2010. Buku-buku literatur Sunni mungkin udah bisa dijangkau dimana-mana, ada Maktabah Syamilah, Waqfeya, Saaid, dan Maktabah digital lainnya.... Namun kalo suatu saat kita mau mengoleksi buku-bukun karangan Ulama Syi'ah, baik untuk dipelajari, perbandingan atau hanya sekedar mau ngoleksi dsb.. de el el.., coba download 4 file ini :


      No 1-3 ukurannya 200 mb, yang no 4 kira-kira 70 mb. Karena ukurannya gede, harus didownload pake Download Manager, salah satunya Orbit. Klik disini untuk mendownload Orbit Manager. Oiya keempat file diatas formatnya Winrar Archieve, kalo blum punya winrar silahkan download disini.

      Setelah selesai download, masukkan semua file ke dalam satu folder baru, lalu klik kanan pada file pertama (part 1) dan pilih "Extract Here". Kalo udah akan muncul folder baru "e-shamela-shia" buka folder itu dan klik icon "shamela_" dua kali lalu install, selamat mencoba, kalo ada yang error atau linknya expired, jangan ragu untuk menghubungi saya.

      more
    • KERUSUHAN DI KHARTOUM DAN S2
      2 Februari 20010. Pagi ini di Surat Kabar “Shohafa” terbaca di depan halamanya dengan font besar “Tadzaahuratun amama maqorri ART, ihtijaajan 'ala 'adami bassi Umami Ifriqiya” yang artinya kurang lebih “Demonstrasi di depan Kantor ART (stasiun TV), dalam tuntutan tidak disiarkannya Piala Afrika”.

      Bola tendang lagi-lagi menyebabkan kerusuhan di Khartoum, belum rapet bibir kita ngomongin kubu Mesir yang "main urat" dengan Kubu Jazair, sekarang malah ada omongan baru lagi yang tak kalah serunya. Yaitu tentang ratusan pelanggan stasiun ART yang menuntut Pihak Stasiun TV langganannya atas tidak disiarkannya Piala Afrika, padahal siaran itu telah dijanjikan sebelumnya.

      Celakanya : Stasiun al’-Jazirah sport 2 menyiarkan siaran tersebut gratis.

      Akibatnya : Pelanggan ART yang sudah membayar iuran merasa kebakaran jenggot melihat tetangganya yang asyik nonton.

      Solusinya : Demi meredam amuk massa, pihak stasiun terpaksa mengembalikan sisa uang pembayaran dengan tetap memberikan hak siar TV.

      Selidik punya selidik, ternyata olah raga yang melibatkan 11 orang ini paling disenangi di Khartoum. Adalah sepak bola yang setiap jumat pagi dan sore memenuhi lapangan  di setiap sudut kota Khartoum, betapa indahnya melihat anak-anak bermain bola, tertawa lepas sambil berjingkrak-jingkrak. Sepertinya olah raga yang satu ini telah menyihir penduduk Sudan, bahkan tidak berlebih-lebihan kalau dikatakan sebagian besar penduduk dunia juga hobinya berbola ria, termasuk pula mereka yang tidak bisa menyundul bola.

      Ya, di satu sisi ada mereka yang mati-matian membela bola, sampai capek-capek demo. Sementara di sisi lain ada pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap janjinya. Untungnya gue gak dipusingin ama hal nyang beginian, mending ngurus S 2 yang belum mendapatkan jawaban, jaka sembung bawa senter, ga nyambung pin...... (maksudnya mohon doa he he)

      more
    • MAKNA TERSIRAT DARI SYAWWAL

      24 September 2009. Ramadhan 1430 H terasa cepat sekali, sekarang telah pergi meninggalkan kita. Mudah-mudahan Ramadhan dapat menjadi media pendidikan yang berbekas pada diri kita. Amin. Hari ini tanggal 1 syawwal 1430 H. kita duduk bersama dalam satu tempat, berzikir, mengumandangkan takbir, melempar senyum dan rasa bahagia. Kita terseyum menang, setelah sebulan penuh berjuang melawan hawa nafsu.

      Meskipun jauh dari tanah air tercinta, tentunya itu tidak mengurangi kegembiraan dan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Kaya, miskin, hitam, putih, pelajar, pekerja, pelaut, sopir, pedagang dan semua kaum muslimin di seluruh penjuru dunia saat ini bersatu dalam zikir dan syukur. Bibir-bibir yang bergetar dan menggigil dalam takbir. Satu syawwal, hari yang bersejarah, penting, indah, mahal, tidak ditawar, dan merupakan hari yang penuh makna bagi kita selaku muslim tentunya. Sesungguhnya ia hari jati diri manusia yang telah digebleng pada bulan ramadhan.

      Marilah kita simak apa itu "Bulan Syawwal''?

      Syawwal diambil dari kata “syaala-yasyuulu-syawlan” yang bermakna mengangkat dan terangkat. “Syaala syaian” berarti dia mengambil sesuatu. Dan “Syaala azDzanabu”, ekor itu terangkat. Selendang dinamakan “Syaal” karena terangkat diatas pundak. Unta yang sedang birahi untuk kawin dinamakan “Syaail” karena ekornya selalu diangkat keatas. Si Kuli panggul dinamakan “Syayyaal” karena kerjanya mengangkat barang-barang. Kalau ada pedagang berkata "Syil..!" (angkat itu barang) itu berarti harganya sudah sesuai.

      Syawwal adalah bulan kesepuluh dari bulan-bulan Qomariah, yang berada diantara Ramadhan dan Dzilqa’dah; dinamakan Syawwal karena -saat itu- banyak unta yang mengangkat ekornya (musim kawin unta). Dari pemaknaan kata syawwal diatas, ada makna tersirat, bahwa Syawwal jangan hanya bermakna mengangkat; terangkat saja, melainkan, dan tentu, secara luas juga dapat “mengangkat” berbagai kredibilitas dan potensi yang ada pada diri kita masing-masing, baik rohani maupun jasmani.

      Momentum Syawwal ini mudah-mudahan dapat memicu diri kita untuk dapat meningkatkan kembali sumber daya manusia. Jika hasil kemarin sedikit, maka esok atau lusa harus meningkat. Jika ada kemenangan yang sempat tertunda, maka biarlah pertimbangkanlah rencana selanjutnya. Jika kita sempat jatuh dalam lumpur, maka jadikanlah itu bahan introspeksi untuk langkah kaki esok hari.

      Allah SWT berfirman dalam ar-Ra’d ayat 11, “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib dari suatu kaum, kecuali mereka sendiri mau mengubahnya“. Artinya, jika mereka mau berusaha untuk merubah nasib dengan meninggalkan hal yang telah membuat mereka jatuh dalam kegagalan lalu menggantinya dengan perbuatan yang lebih produktif, konkrit, efektif, baik, nyata dan terencana. Tentu dalam otoritas kehendak Allah SWT. So, marilah dengan datangnya bulan syawwal ini kita mulai lagi mencari, menambal, memperbaiki, mengangkat, serta introspeksi. Agar tujuan maknanya tidak meleset dari apa yang tersirat dalam kata syawwal.

      _________________
      ( Tulisan ini pernah di terbitkan dalam Buletin Tathwirul Afkar edisi lebaran )

      more
    • DAJJAL DAN FITNAH
      Teman-teman yang terhormat, kalau kita perhatikan hadis-hadis yang berbicara tentang Fitnah Dajjal, seperti Hadis-hadis riwayat Abu Darda, Abu Umamah, Nuwwas, ad-Daani, dll. Kebanyakan menawarkan Surat al-Kahfi sebagai bacaan doa yang dapat menyelamatkan kita dari Fitnah yang ditawarkan Dajjal. Barangkali, kita sepakat bahwasanya setiap doa atau bacaan yang direkomendasikan Quran atau Hadis pada setiap konteks itu mempunyai relasi kuat dengan konteks tersebut. Marilah kita perhatikan surat al-Kahfi.
      Surat ke 18, tergolong surat makkiyah, terdiri dari 110 ayat. Di dalam surat al-Kahfi ada 4 macam fitnah :

      1. Fitnah Agama. Yaitu cobaan yang menimpa anak-anak muda yang berpegang teguh pada agamanya sehingga mereka dikejar Raja Dikyanus dan dedengkotnya. Lalu bersembunyi di gua selama 309 tahun komariyah. Mengenai Fitnah Agama, jalan keluarnya yaitu ayat penutup cerita tersebut; 28-29.
      Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas 28. Dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek 29.

      2. Fitnah Harta. Yaitu cerita dua orang pria yang salah satunya diberikan kekayaan berupa dua kebun anggur yang dialiri sungai pada celah-celahnya serta dikelilingi pohon kurma lalu ada ladang diantara keduanya. Harta itu membuatnya sombong sehingga ia mengejek kawannya. Lalu membuatnya lupa dengan hari kebangkitan dan perhitungan. Mengenai Fitnah Harta, jalan keluarnya adalah penutup cerita tersebut 45-46. Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, Maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu 45. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan 46.

      3. Fitnah Ilmu. Yaitu anggapan Nabi Musa bahwa dirinyalah orang yang paling pintar saat itu dan tidak ada yang melebihinya sehingga ia harus menemui Nabi Khidir.. dst…. Selain perasaan paling hebat, Nabi Musa kurang sabar ketika belajar pada Nabi Khidir. Merasa paling pintar dan ketidak sabaran inilah Fitnah dari Ilmu.
      Mengenai Fitnah Ilmu, jalan keluarnya adalah Janji Nabi Musa ditengah cerita 69. Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun".

      4. Fitnah Jabatan. Yaitu besarnya tanggung jawab dalam mengatur rakyat sehingga karena besarnya tersebut membuat Dzulqarnain seorang raja yang adil berjalan dari timur ke barat untuk berdakwah dan cross check rakyatnya. Dst… Jabatan pada dasarnya amanah yang dipikulkan, jangan dikira sebagai alat untuk mencari ketenaran atau kekayaan.

      Mengenai Fitnah Jabatan, tentang jalan keluarnya diinformasikan ayat penutup surat " Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? 103. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya 104".

      Melihat konteks surah sebagai bacaan pelindung dari fitnah Dajjal, saya yakin Fitnah mahluk itu diduga kuat tidak akan jauh dari keempat poin diatas. Daripada kita sibuk berfikir siapa dan bagaimana itu Dajjal, -smentara informasi yang digali dari teks hadis hanya sebatas isyarat, terkait dengan kondisinya sebagai hal ghaibiyyaat- hanya akan mengaburkan kondisi kita yang barangkali sudah terjerembab pada titik-titik fitnahnya di zaman ini, lebih baik kita bersiap-siap menghadapi dan menanggulangi fitnah tersebut yang mungkin saja sudah menjadi kegiatan. Wallahu 'alam

      more
    • KOPI DI MATA MASYARAKAT ARAB
      25 Juni 2009. Kalau pergi ke Khartoum, sempatkanlah untuk mampir sebentar di kedai-kedai kopi pinggir jalan. Duduk-duduk santai sambil minum kopi. Biasanya dijajakan oleh Ibu-ibu dengan menggunakan semacam meja kecil, lengkap dengan perabotan lainnya. Kita disediakan kursi kecil yang terbuat dari anyaman tali, lalu dia berkata sambil tersenyum ''Aq'ud!'' (duduklah!). Kopi diseduh menggunakan arang, ada juga yang menggunakan kompor gas mini. Kalau tidak mau terlalu manis, kita mesti mengingatkan si Ibu untuk mengurangi takaran gula, kalo enggak, bisa kemanisan, karena mereka (orang Sudan) sangat menyukai gula. Setelah 5 menit kopi panas siap dihidangkan dan bisa dihirup sambil memperhatikan lalu lalang orang dijalan. Hal yang sama juga ada di Cairo, meskipun suasananya tidak sama, karena disana sudah dijajakan di tempat yang lebih ''keren''.

      Dahulu kata ''Qahwa'' (kopi) oleh bangsa Arab dikategorikan sebagai salah satu dari jenis minuman keras, kalau kita telusuri literature Bahasa Arab, maka akan ditemukan terminologi sama yang menginformasikan bahwa ''Qahwa'' ialah jenis khamar. Barulah pada sekitar pertengahan abad ke sepuluh Hijriah ''Qahwa'' digunakan untuk menamai Biji Kopi.

      Istilah tersebut berkembang di Negeri Yaman, mereka menjadikan kopi sebagai minuman favorit. Daud al-Anthaki, seorang dokter dari Ethiopia mengumpulkan pendapat-pendapat penduduk yaman mengenai kopi dalam bukunya yang berjudul ''Tuhfatu bani az-Zaman, fi hukmi Qahwatil Yaman''. Dalam buku itu dia jelaskan faidah dari kopi seperti minuman penenang, penguat gigi, obat luka, penghilang dahak, dan penguat pertahanan tubuh. Ia juga membeberkan wacana orang Yaman mengenai status kopi antara haram -terkait jenis khamar dan candu- dan halalnya.

      Abu Thayyib al-Ghazi dalam bukunya yang berjudul ''Qahwa'' menukil pendapat Imad al-Hanbali (1098 H.) bahwasanya kopi mulai terdengar sejak zaman Nabi Sulaiman dimana Ashif bin Barkhiya seorang ahli hikmah merekomendasikan biji kopi Yaman sebagai obat untuk sekelompok orang yang mengalami trauma (Syadzaratuz Dzahab fi akhbaari man Dzahab, 8/40 al-Hanbali, Imad).

      Pada Biografi Syaikh Abu Bakar as-Syadzily (851-914 H) ditemukan kata-kata kopi. Beliau menggunakannya sebagai hidangan sehari-hari karena dapat menghilangkan kantuk, Ia juga merekomendasikan murid-muridnya agar ikut mengkonsumsi kopi. Muridnya-pun turut merekomendasikan juga. Hal ini membuat kopi semakin tenar di Yaman dan digunakan sebagai minuman sehari-hari. Dari Yaman, kopi mulai dikenal oleh bangsa Arab seiring dengan migrasi penduduknya dari dan ke seluruh negara-negara Arab seraya membawa informasi dan sample kopi.

      Tahun 1664 M kopi mulai dikenal Eropa. Ia masuk Perancis lewat jalan Andalusia (Spanyol) dan segera digunakan oleh para dokter disana sebagai obat. Sekarang ini kopi dinikmati dimana saja di seluruh dunia. Sampai-sampai ada acara televisi yang menggunakan istilah ''Kopi Pagi'' untuk menggambarkan suasana pagi hari yang indah. Kalau minum kopi, jgn lupa untuk mencampurkannya dengan susu, supaya namanya berubah jadi Kopsus.

      more
    • GADIS YANG DICULIK
      19 April 2009. Pagi ini di Surat kabar ada yang menarik. Diceritakan bahwa di awal 90-an pernah ada kejadian yang membuat masyarakat Mesir khususnya yang berdomisili di Cairo dikagetkan dengan penculikan seorang gadis bersama tunangannya dalam sebuah mobil. Tindakan kriminal ini semakin terdengar di telinga masyarakat Mesir manakala muncul tuntutan keras memaksa parlemen dan pihak yang berwenang membuat hukuman penculikan tersebut menjadi lebih berat, yaitu dengan hukum mati.

      Tuntutan pun terpenuhi, selang beberapa hari pasca penangkapan enam orang yang tertuduh dalam penculikan, ditetapkanlah hukuman mati bagi mereka dan bagi siapapun yang melakukan tindakan sejenis mereka.

      Betapapun itu, hal ini adalah contoh baik dari keadaan sosial masyarakat Mesir yang merindukan keamanan dan ketertiban, serta pelajaran bagi mereka yang memendam rencana jelek serupa. Ini dari satu sisi. Marilah kita lihat sisi lainya yang menceritakan bahwasanya gadis yang diculik adalah putri salah seorang dari keluarga mentri di pemerintahan Mesir. Tidak ada seorang pun yang tahu hal ini kecuali pihak kepolisian.

      Jika kita membaca kejadian diatas mungkin segera mengangkat jempol sambil bilang ''Bagus lah kalau hukuman diberatkan supaya para penjahat kapok!''. Namun sebaiknya jangan dulu terburu-buru mengacungkan jempol. Karena sebenarnya hukuman mati yang diputuskan diatas adalah hasil dari usaha keluarga pemerintah si gadis yang bersangkutan. Dari sini timbul kesan apakah hukum di Mesir hanya kuat ketika membela orang-orang ''menengah keatas'' dan sebaliknya menjadi lemah saat membela nasib rakyat kecil?

      Dalam sebuah hadis Nabi menyatakan ''Orang-orang sebelum kalian telah binasa, karena jika ada bangsawan yang mencuri, mereka membiarkanya, namun jika yang mencuri itu orang lemah, maka mereka menghukumnya. Demi Allah! seandainya Fatimah puterinya Muhammad mencuri, pasti aku potong tangan-nya'.

      Hukum yang adil adalah hukum yang menyentuh semua golongan masyarakat. Jika hanya dapat menggugat rakyat kecil saja berarti hukum itu justru mesti mendapat hukuman. Dan orang-orang yang bertanggung jawab disana.

      more
    • SUDAN-CINA = BUAYA - BURUNG
      2 April 2009. Pagi ini di stasiun TV al-Shouroq ada berita tentang hubungan baik Sudan dengan Cina. Stasiun TV milik sudan yang bertempat di Dubai ini mengabarkan bahwa Sudan sangat terbuka dan berharap agar Warga Negara Cina lebih banyak lagi untuk berinvestasi di Sudan, khususnya pada blok-blok perminyakan di sekitar Sinja.

      Seiring dengan meningkatnya kerjasama Sudan-Cina khususnya dalam bidang ekonomi yang puncaknya pembelian senjata buatan Cina, hubungan bilateral Sudan-Cina semakin baik saja. Ini patut kita syukuri meskipun Cina hanya suka ''bekerjasama'' di bidang ekonomi saja. Kita doakan semoga kedua belah negara dapat saling memberikan manfaat baik.

      Pernah lihat Buaya dan Burung? Kalau burung tentunya sering. Namun buaya mungkin jarang. Sudan dan Cina ini seperti Buaya dan Burung. Mereka itu pintar. Selesai makan, buaya membuka mulutnya lebar lebar-lebar, giginya yang lebih besar dari kepalanya dipamerkan. Untuk apa? Agar burung-burung kecil datang dan memakan sisa-sisa daging yang tersangkut di mulut buaya tersebut, burung itu masuk kedalam taring buaya yang tajam dan bersantai ria disana, kalau mau, Sang Buaya bisa saja memakan-nya dengan mudah, namun Buaya tidak pernah memakannya, Buaya tahu bahwa ia akan diuntungkan dengan kebersihan giginya, seandainya tidak ada burung yang menyuliti sisa-sisa tadi maka buaya akan sakit lantaran bakteri di mulutnya.

      Burung pun begitu, seharusnya ia tidak harus mengambil resiko untuk pergi kedalam mulut buaya demi mencari makan, bisa saja ia mencari cacing di darat. Burung berani karena diuntungkan, ia dapat makan dari sisa-sisa makanan buaya, keduanya saling mendapat untung. Dalam konteks ini, sudahkah anda menjadi seperti Buaya dan Burung?

      more
    • MANDOR DAN PEKERJANYA
      Bagi mahasiswa, ada saat-saat dimana kiriman bulanan terlambat yang membuat mereka terkadang mengeluh-eluh ''Gak jajan deh''. Begitu juga para pegawai negeri atau bukan negeri dibuat yang uring-uringan dengan gaji yang belum sampai hari turun-nya.

      Betapapun nasib, keduanya masih beruntung dibandingkan saudara kita yang berada pada garis kemiskinan atau dibawah garis itu. Jangankan gaji bulanan, malam-malam saja belum tentu bisa dinikmati dengan tidur nyenyak lantaran perut yang keroncongan. Ada juga keadaan yang sampai memaksa mereka berkata ''Tuhan dimana engkau? Bukankah engkau janjikan rezeki bagi setiap makhlukmu?''. Kenyataan sosial masyarakat yang sering kita jumpai. Menarik bukan? ini patut kita perhatikan.

      Marilah kita bercerita tentang seorang mandor dan anak buahnya yang malas. Dalam sebuah konstruksi gedung tinggi nan indah. Namun sayang, gedung tinggi dan indah itu tidak segera selesai. Sampai melebihi waktu proyek masih belum juga selesai. Meskipun pemalas, Sang Mandor sangat mencintai pekerjanya. Ia berharap esok anak buahnya bisa bekerja dengan rajin. Berkali-kali ia menegur pekerjanya

      Suatu hari seperti biasa ia hendak menegur salah satu pekerjanya yang sedang malas. Lalu ia berfikir untuk menjatuhkan sesuatu tepat di atas kepala pekerjanya itu agar si pekerja mau menengok keatas dan mendengarkan perintahnya. Sang mandor melemparnya dengan uang logam. Pluk! uang logam mengenai kepala pekerja. Namun sayang ia tidak menengok keatas malahan sibuk mengambil uang tersebut. Mandor kembali menjatuhkan uang, hal yang sama kembali terjadi sampai tiga kali. Untuk ke empat, sang Mandor mengambil batu lalu melemparkannya ke pekerja malas tadi, ternyata dengan batu barulah si pekerja mau menengok keatas. Hei! siapa itu yang ngelemparin batu!!

      Kita sebagai makhluk Allah telah mendapatkan kenikmatan yang kita sendiri tidak bisa menghitungnya, baik berupa rezeki, kesehatan panjang umur, kesempatan belajar dan lain-lain yang tiada henti-hentinya. Apakah kita sudah menyadari siapa yang memberikan rezeki itu? Maukah kita menegadah keatas untuk bersukur padanya? Sederhana memang, namun penting. Ataukah kita menunggu batu.

      more
    • SAMBUTAN KKN 2007- DAMAZIN


      أصحاب الفضيلة
      الدكتور بابكر الفاضل محمد من قرية المسيد الجزيرة
      الدكتور عباس
      الدكتور عمر ابراهيم
      الشيخ إلياس جامس رئيس مجلس الدعوة والإرشاد ولاية النيل الأزرق
      الشيخ هاشم حسن بخيت
      المهندس خالد أحمد محمود مدير بنك الخرطوم بولاية النيل الأزرق

      أصحاب السعادة
      الشيخ عبد الله حسن تامون من جنوب كردفان, مشرف القافلة
      الشيخ محجوب عثمان محجوب من قسم العلاقة الخارجية
      الشيخ علي أبو أواه من قسم التغذية

      أصحابي الطلبة والحاضرون

      السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
      الحمد لله رب العالمين القائل فى كتابه الكريم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم " ياأيها الناس إنا خلقناكم من ذكر وأنثي وجعلناكم شعوبا وقبائل لتعارفوا إن أكرمكم عند الله أتقاكم". والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين القائل فى حديثه الشريف "المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده". وعلي أله وصحبه أجمعين.

      معاشر الحاضرين أسعدكم الله!
      قبل كل شيئ وباسم الطلبة الإندونيسيين نهنئكم ونتشرف بكم ومتشكرين علي إعطائكم إيانا هذه الفرصة الغالية لأتحدث بين حضرتكم جميعا عن نبذة قصيرة ما تتعلق ببلدنا ونقول أيضا بلدكم إندونيسيا الشقيقة متمنيين لكم دوام الصحة والعافية.

      معاشر الحاضرين أعزكم الله!
      قبل أن نمشي بعيدا أود ان أعرف نفسي: إسمى مفتاح الدين أهيمى الإندونيسي السوداني, ولماذا السوداني؟ ذات يوم سألنى صديقى إبرهيم عمر صالح الذى كان من ناس أمدرمان: "ليه بتكون سوداني يا مفتاح؟ المراد دا شنو؟ " فأجيبه : "لأني أريد أن أكون من جملة الطيبين!!"..... واقتنع بجوابي.

      معاشر الحاضرين أسعدكم الله!
      إندونيسيا بلدتنا قد نالت إستقلالها فى اليوم السابع بعد العشرة من أغسطس سنة ألف وتسع مائة خمس وأربعون ميلادية 1945 من ظلمة أيدى اليابانيين. وكانوا يستعمروننا لمدة ثلاث سنوات. وقبل استعمارهم, استعمرنا الهولندييون لمدة أطول, هي ثلاث مائة سنة تقريبا. هنا نقطة جميلة جدا, بأن الذين يجاهدون ويسعون فى طرد اليابانيين والهولنديين هم المسلمون! وأكثرهم الشباب الذين كانوا طلابا فى المعاهد الإسلامية الموجودة فى إندونيسيا و برئاسة مشائخهم. ودليل هذا الكلام هو : أن كل شرائط التسجيل التي عثرت من بعد والتي سجلت أصوات ملحمة الحرب تقول الله أكبر.... الله أكبر..!!

      معاشر الحاضرين أسعدكم الله!
      بلدتكم أندونيسيا قد مرت بستة رؤساء البلد هم سوكارنو, سوهارتو, بدر الدين يوسف حبيبي, عبد الرحمن واحد, ميغاواتي و سوسيلو بامبانك يودويونو. وكلهم مسلمون. أما من جانب الدينية فإن فى بلدكم خمس أديان معترفة ورسمية لدي الحكومة الإندونيسية. وهى الإسلام, والمسيحية الكاثوليكية والمسيحية البروستانتينية والهنود وبوذا. وكلهم محفوظون فى أموالهم وعرضهم وحقوقهم وعبادتهم. والحمد لله مع كل هذا فإننا وإنهم نعيش سويا, معا فى سلام وطمأنينة. وأما نسبة السكان, فإنا المسلمين بلغوا حد الثمانين فى المائة, بينما العشرون الباقون منها لأربعة الأخرى.

      جميع الحاضرين أسعدكم الله!
      وقد كانت العلاقة بين إندونيسيا والسودان موجودة وقوية منذ زمان. ففى سنة 1955 عندما كانت السودان فى مرحلة تمهيدية من الإستقلال وعندما لم تعترف بكم الدنيا والعالم كلها فى مؤتمر باندونك, كنا أول دولة اعترفت بكم و بدولتكم السودان. وهذه النقطة تساعد وتيسر محاولات الإستقلال.

      معاشر الحاضرين أسعدكم الله!
      لا أريد أن أطيل الكلام. فنحن نشكركم ونشكر الجميع وأقول باسمي و واسم الطلبة الإندونيسيين واسم مائتين و عشرين رأسا من مسلمي اندونيسيا نقول بأننا نحبكم فى الله ..!!

      هذا, ونتمني أن تكون العلاقة بيننا أقوى وأربط. وما ذلك علي الله بعزيز.

      والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

      more
    • DI NEGRI YANG INDAH INI
      25 Oktober 2008, Sudan, begitulah orang-orang menyebutnya. Nama yang bagus bagi sebuah Negara yang indah. Dia punya empat musim; panas, panas sekali, dingin dan dingin sekali. Lucu memang. Namun sesuai dengan pengakuan salah satu dari kawanku dalam ocehannay "Sudan itu ditinggal sebenar aja udah bikin kangen lho!".
      Sudan di pagi hari sepi, orang-orang masih pada nyenyak tidur sich, baru nanti kira-kira jam 10.00 pagi mulai terdengar suara riksah (bajaj), obrolan-obrolan santai pria sebaya dibawah pohon sambil ditemani teh dan zalabiyah (terigu goreng). Kalau kita jam 7.00 udah harus siap-siap. Mandi. Breakfast dengan fuul, trus nyari uang koin dikantong celana kotor yang bertumpuk, sambil mengira-ngira kayaknya kemarin masih ada kembalian deh, maklum kita mesti merogoh 8 piaster untuk ongkos bus. Lika-liku kehidupan mahasiswa/i di Sudan. Kalau dirasa emang "kasian deh lu", tapi ternyata setelah difikir-fikir hal-hal seperti itu sangat sulit bahkan tidak bisa dilupakan, ga bisa diceritakan kecuali oleh linangan air mata.

      Nah omong-omong tentang Sudan, boleh dong kita serius dikit ngomongin Negara yang satu ini. Dari mulai sejarah kemerdekaannya, berapa luasnya, bahasanya apa, de el el de el el…

      Sudan dengan Khartoum sebagai ibukotanya merupakan salah satu dari negara yang terletak di antara negara negara bagian timur tengah. Di sebelah utara, Sudan "dempet" dengan Mesir, Chad sebelah barat, Kongo, Uganda, Kenya di sebelah selatan dan Ethiopia di sebelah timur.

      Revolusi Inggris yang terjadi pada tahun 1952 merupakan cikal bakal alias jabang bayi dari kemerdekaan Sudan. Muhammad Najib dan Jamal Abdunnaser yang saat itu memimpin Mesir berpendapat bahwa satu satunya jalan untuk menyingkirkan kekuasan Inggris di Sudan adalah dengan meminta Inggris untuk memberikan kepercayaan kepada Mesir untuk berkuasa di Sudan. Sejak saat itu Inggris "baru deh percaya" kepada Mesir. Para tokoh revolusi Sudan diantaranya DR. Ismail Azhari memandang hal ini menguntungkan dan akan membuat Inggris terpaksa "gulung tikar" alias cabut dari Sudan.

      Dugaan Pak Ismail ga meleset, pada tahun 1954 pemerintah Inggris dan Mesir menandatangani surat pernyataan kemerdekaan untuk Sudan terhitung tanggal 1 januari 1956. Sejak saat itu Sudan telah dapat mengirup udara kemerdekaannya dan DR. Ismail Azhari terpilih sebagai presiden pertama Sudan.

      Seperti yang "dikasih tau" tukang peta, Sudan setelah "diukur-ukur" ternyata lebar juga. Mempunyai wilayah seluas 2.505.810 km² dengan jumlah 25 wilayah yang mencakup 133 daerah, yang terbesar adalah kota Umdurman. Umumnya tanah Sudan berupa padang pasir, persediaan air diperkirakan hanya 5 persen saja yaitu di daerah sekitar sungai Nile. Pada sensus terakhir tahun 2006, penduduk Sudan setelah "dihitung-hitung" kepalanya diperkirakan berjumlah sekitar 31.700.000 kepala. Bahasa resmi yang diteriakkan penduduk setempat adalah bahasa arab, meskipun ada juga bahasa Hausa dan Amhariah yang digunakan dalam forum-forum dialog "orang-orang pinggiran".

      Motto yang terbaca diatas gambar burung gundul pada lambang negara Sudan yang berbunyi “Annashru lana” (kemenangan adalah milik kita) dan lagu kebangsaan-nya yang berjudul "Nahnu jundullah wa jundul wathan (kami adalah tentara Allah dan negri) benar-benar menunjukkan kuatnya nilai-nilai keislaman di negeri ini. Yang selanjutnya? Selanjutnya datang ke Sudan aja ya!!

      more

    Video

    Aturan Pakai :

    Kajian Spiritual adalah tulisan-tulisan lepas Miftahuddin Ahimy yang diperbaharui dari situs Kajian Spiritual Lama. Anda boleh menyalin dengan menyebutkan sumbernya. Klik disini untuk sharing.